Aku Ingin Selalu Bersamamu

Ketika hujan basahkan bumi malamku
Ingin ku tulis kata-kata
Sebuah ungkapan untukmu wahai cintaku

Demi malam yang menjanjikan siang
Dan demi waktu yang telah berjanji pada detiknya
Sesungguhnya …
Aku ingin kau jadikanku sebagai pilihan terakhirmu, penjaga hatimu, penerang gelapmu, pengobat rindumu, menemanimu disetiap langkah jejakmu hingga bila langkahmu hanya menyisakan namamu

Aku ingin segera bertemu, merangkulmu dalam dekapan rindu, hempaskan semua keraguan hati yang slama ini telah memakan sudut sudut ruang hati dikala ku jauh darimu

Aku ingin bersamamu dalam putaran waktu yang tak terbatas merangkai sayang dan cinta dalam dekapan hangatnya pelukan kasih abadi slamanya

Aku ingin menemanimu dalam perjalan waktu ketika mentari mula bersinar pagi
hingga rembulan menghiasi malam malam kebersamaan kita
merangkai indahnya perjalanan hari
hingga waktu pagi menjemput mentari dan tak bersinar lagi

Adam dan hawa

Saat senja dan segala gelap dunia lainnya
belum disalin ke dalam nama-nama
Pada saat prosa dan puisi belum membanjiri rak-rak buku
bersandar pada kuasa dan hukum alam dalam hidup
Saat itu manusia bernafas dengan bijak

Hingga saat salinan nama dan tanda dikenali
miliaran puisi bagai air bandang
ia luas, kuat, dan meluluh-lantakkan kesadaran manusia
nama dan tanda menjelma
penuhi parit-parit kota bagai sampah
tak beda doa dan serapah
ia pun sesaki museum-museum kota

Hingga saat para penyair berdiri tegak laksana dewa
prosa dan kata membongkar tabu-tabu tuhan
puisi dan fiksi datang bagai debu yang berterbangan
ia kuat, ganas dan kotori seisi kota

Aku rindu saat adam belum diajari nama-nama
saat hawa belum juga tahu nikmat dunia yang genit
ketika hidup menyertai bundaran tahun tanpa masa bernama
kala hidup bukan semata angka dan nama-nama

Aku rindu saat adam tak sibuk oleh nama-nama
Saat hawa tak harus hafalkan merek benda-benda
Saat cinta lahir tanpa bungkus kata dan prosa
Saat hidup hanyalah hidup
Saat adam-hawa adalah kesahajaan cinta

Pada senja adam dan hawa aku ingin tersesat
Di peraduan malam tanpa namanya
Pada kebersahajaan jiwa tanpa sampah kata

🙂

Perjuangkan Hidupmu

Ambillah waktu untuk berfikir, itulah sumber kekuatan.
Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
Ambillah waktu untuk berdo’a, itu adalah sumber ketenangan.
Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan.
Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan ALLAH
Ambillah waktu untuk bersahabat, itu adalah jalan menuju kebahagiaan
Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.
Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup berarti.
Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju syurga.

Bersikaplah kukuh seperti batu karang yang tidak putus-putusnya dipukul ombak. Ia tidak saja tetap berdiri kukuh, bahkan ia menenteramkan amarah ombak dan gelombang itu.

“Berjuanglah untuk hidup maka kau akan tahu hasil perjuangan hidupmu”